{"id":76,"date":"2025-02-24T13:27:35","date_gmt":"2025-02-24T13:27:35","guid":{"rendered":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/?p=76"},"modified":"2025-02-24T13:27:35","modified_gmt":"2025-02-24T13:27:35","slug":"kuliah-umum-sertifikasi-karbon-di-jurusan-kehutanan-langkah-awal-implementasi-mou-fp-unila-dan-pt-slj-iv","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/?p=76","title":{"rendered":"Kuliah Umum Sertifikasi Karbon di Jurusan Kehutanan: Langkah Awal Implementasi MoU FP Unila dan PT SLJ IV"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"640\" src=\"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-1024x640.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-77\" srcset=\"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-1024x640.jpg 1024w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-300x188.jpg 300w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-768x480.jpg 768w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-1536x960.jpg 1536w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Oleh: Intan Fajar Suri, S.Hut., M.Sc.<\/p>\n\n\n\n<p>[Lampung, 5 November 2024] \u2013 Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) menggelar kuliah umum yang bertajuk \u201cPengelolaan Hutan Berkelanjutan untuk Sertifikasi Karbon: Langkah Praktis dan Implementasi\u201d. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Selasa, 5 November 2024, pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Kuliah umum ini menghadirkan Asep Ferry Rachmat, S.Hut., MBA., IPM., Manager of Forest Management and Planning PT. Sumalindo Lestari Jaya IV, sebagai narasumber, dan dipandu oleh moderator Dr. Wahyu Hidayat. Acara ini dihadiri oleh Ketua Jurusan Kehutanan, jajaran dosen, termasuk Dr. Samsul Bakri, Dr. Hari Kaskoyo, Dr. Melya Riniarti, Duryat, S.Hut., M.Sc., dan Intan Fajar Suri, S.Hut., M.Sc., serta para mahasiswa Jurusan Kehutanan Unila.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Dr. Hj. Bainah Sari Dewi, S.Hut., M.P., IPM. menekankan pentingnya tema ini dalam mendukung keberlanjutan kehidupan di bumi.<br>Ia juga menekankan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan PT. Sumalindo Lestari Jaya IV (PT. Sanimardani Resources), yang telah disahkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama pada tanggal 4 November 2024 oleh Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P., dan Head of Operations PT. Sumalindo Lestari Jaya IV, Ir. Dodi Kurnaedi, M.M.<\/p>\n\n\n\n<p>Moderator acara, Dr. Wahyu Hidayat, menambahkan bahwa isu perubahan iklim dan krisis lingkungan menjadi perhatian serius di tingkat global. Dalam konteks ini, pengelolaan hutan berkelanjutan memiliki peran yang strategis dan krusial, tidak hanya sebagai upaya menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga sebagai salah satu cara untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca melalui program sertifikasi karbon. \u201cKuliah umum ini memberikan wawasan praktis dan implementasi pengelolaan hutan berkelanjutan dalam mendukung sertifikasi karbon. Kami berharap bahwa mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam pemahaman mereka tentang aspek-aspek teknis dan praktik terbaik dalam mengelola hutan yang berkelanjutan serta bagaimana hal tersebut dapat berkontribusi pada komitmen global dalam mitigasi perubahan iklim,\u201d ujar Wahyu.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai narasumber, Asep Ferry Rachmat memberikan penjelasan mendalam tentang pentingnya pengelolaan hutan berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekologis, mengurangi dampak perubahan iklim, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Beliau menekankan bahwa hutan yang dikelola secara baik mampu menyerap karbon secara optimal, sehingga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung mitigasi perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p>Asep Ferry Rachmat juga menjelaskan bahwa sertifikasi karbon hutan menuntut pengelolaan yang lestari melalui beberapa aspek, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Cadangan Karbon: Mengukur dan menjaga kemampuan hutan dalam menyerap dan menyimpan karbon.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengelolaan Hutan: Melaksanakan praktik pemanenan terbatas dan penanaman kembali untuk menjaga keberlanjutan.<\/li>\n\n\n\n<li>Dampak Sosial: Menghormati hak dan kesejahteraan masyarakat sekitar.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengawasan dan Verifikasi: Melakukan pemantauan dan audit independen secara ketat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Tahapan sertifikasi karbon hutan mencakup penilaian kawasan, perencanaan pengelolaan sesuai kriteria, serta proses sertifikasi yang melibatkan audit independen. Langkah-langkah ini memastikan hutan memenuhi standar internasional dan menjadi bagian dari mekanisme pasar karbon yang menguntungkan secara ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam pemaparannya, Asep Ferry Rachmat juga menggarisbawahi bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan tidak hanya memiliki manfaat lingkungan, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi dan sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa terdapat tantangan besar, seperti pengukuran karbon yang kompleks, kebutuhan pendanaan jangka panjang, serta pentingnya keterlibatan para pemangku kepentingan. Solusi untuk tantangan tersebut meliputi dukungan pemerintah, kolaborasi multi-pihak, dan inovasi teknologi dalam pengelolaan hutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan berakhirnya acara ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan, serta kontribusinya dalam pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) dan mitigasi perubahan iklim. Acara ini sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat komitmen Fakultas Pertanian Unila dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-2-1024x576.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-79\" srcset=\"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-2-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-2-768x432.jpg 768w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-2.jpg 1366w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"667\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-1-667x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-78\" style=\"width:522px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-1-667x1024.jpg 667w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-1-195x300.jpg 195w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-1-768x1179.jpg 768w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-1-703x1080.jpg 703w, https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/berita-7-1.jpg 994w\" sizes=\"(max-width: 667px) 100vw, 667px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Intan Fajar Suri, S.Hut., M.Sc. [Lampung, 5 November 2024] \u2013 Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) menggelar kuliah umum yang bertajuk \u201cPengelolaan Hutan Berkelanjutan untuk Sertifikasi Karbon: Langkah Praktis dan Implementasi\u201d. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Selasa, 5 November 2024, pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Kuliah umum ini menghadirkan Asep [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"saved_in_kubio":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-76","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jurusan-kehutanan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=76"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80,"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/76\/revisions\/80"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=76"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=76"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kehutanan.fp.unila.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=76"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}